Menulis Sebagai Bukti Perawat Itu Ada dan Hidup Selamanya

Post Top Ad

Kenali Gangguan Jiwa Sebelum Kamu Mengalaminya


Di postingan sebelumnya perawat traveler sudah manyajikan informasi tentang,  Enam Tanda Kamu Sehat Jiwa. Nah, sekarang kita akan mengenal gangguan jiwa yang banyak terjadi di masyarakat. Sebelum kamu mengalami ini, ada baiknya mengetahui gejala gangguan jiwa tersebut.

Gangguan jiwa adalah kumpulan gejala-gejala pikiran, perasaan, dan perilaku yang menimbulkan suatu penderitaan (distress), sehingga akan mengakibatkan ketidakmampuan dalam fungsi manusia baik itu melakukan pekerjaan maupun hubungan sosial.

Masalah gangguan jiwa ini masih merupakan masalah yang dianggap tabu oleh masyarakat, sehingga ketika ada keluarga atau diri sendiri mengalami gejala gangguan jiwa malah ditutup-tutupi karena dianggap suatu aib.



Padahal masalah ini harus segera diselesaikan dan mendapatkan pertolongan di pelayanan kesehatan, karena bila dibiarkan maka akan menjadi gangguan jiwa berat yang biasa disebut skizofrenia. Orang yang menderita skizofrenia akan menyebabkan perubahan proses berpikir dan tanggapan emosi bagi penderitannya.

Baiklah, mari kita lihat satu persatu gangguan-gangguan jiwa yang banyak terjadi di masyarakat.

1. Depresi


Depresi biasanya disebabkan karena sedih yang mendalam. Gejalanya ditandai dengan perubahan fisik seperti sakit kepala, nyeri punggung, gangguan tidur, gangguan makan, letih yang berlebihan, sering terbangun di malam hari, dan penurunan gairah seksual

Selain itu gejalanya juga terlihat dari perilaku yang ditunjukkan, seperti menghindari atau menolak berinteraksi dengan orang lain, putus asa, merasa tidak berharga, tidak peduli terhadap lingkungan sekitar, dan terkadang mempunyai pikiran atau usaha untuk bunuh diri.

2. Agresif


Bila kamu sering marah dan bernafsu untuk menyerang orang lain atau menyakiti dirimu sendiri, hati-hatilah berarti kamu mengalami gangguan jiwa.

Gejala fisik yang bisa diamati saat perilaku marah itu muncul ialah ekspresi wajah merah, tangan mengepal, dan rahang terkatup. Sedangkan bentuk perilaku yang ditunjukkan ialah menolak berhubungan dengan orang lain, menyalahkan orang lain atau Tuhan, kasar dan tidak tenang, mengancam, dan menyerang atau merusak lingkungan sekitarnya.

3. Perilaku Panik


Sadarkah kamu bahwa panik juga termasuk gangguan jiwa? Perilaku panik ini tentu sangat membahayakan karena bila tidak diobati segera ini malah mengganggu aktivitas kehidupan si penderita.

Genjala yang timbul karena panik yaitu jantung berdebar-debar, sesak nafas, keringat dingin, gemetar dan menggigil, sakit kepala, dan merasa tidak berdaya seperti dirinya lemah seolah-olah akan mati.

Serangan panik juga mengakibatkan perubahan perilaku yang tidak terkontrol seperti berlari-lari tanpa tujuan, bingung karena tidak tahu harus berbuat apa, mondar-mandir, merasa takut, sering berbicara dengan nada tinggi, dan menangis meraung-raung.

4. Stress Pasca Musibah


Musibah juga dapat memicu munculnya gangguan jiwa di masyarakat, apalagi kalau ada riwayat pernah mengalami gangguan jiwa sebelumnya.

Gejala fisik yang muncul berupa mimpi buruk yang menakutkan tentang kejadian trauma, gangguan tidur karena mimpi buruk tersebut sehingga penderita menjadi lelah secara fisik, muka pucat, dan jantung berdebar-debar bila dihadapkan pada situasi yang mengingatkan kembali pada kejadian yang traumatik tersebut.

Perilaku yang sering ditunjukkan yaitu merasa ketakutan, merasa sedih dan putus asa, mudah terkejut, dan keadaan ini terus menerus dirasakan baik waktu tidur maupun pada waktu terjaga.

5. Kepikunan


Faktor usia lanjut mengakibatkan seseorang mengalami kepikunan. Gejala fisik yang dapat dilihat berupa penurunan daya ingat mengenai hal yang baru terjadi, misalnya penderita lupa apakah sudah makan, mandi, dan lupa meletakkan barang-barangnya di mana.

Kepikunan juga akan menyebabkan penurunan daya pikir, seperti tak mampu lagi berhitung yang biasanya mudah dilakukan, penurunan daya nilai seperti sulit membedakan yang baik dan yang buruk, penurunan kemampuan berbahasa yaitu sulit untuk mencari kata-kata untuk menyatakan pendapat, dan penurunan fungsi sehari-hari seperti berpakaian, mandi, mencuci, memasak, serta tidak mampu melakukan kegiatan lainnya sendiri.

Perilaku yang ditunjukkan dapat berupa kehilangan kendali emosional, misalnya mudah bingung, menangis atau mudah tersinggung. Selain itu emosinya juga sering meledak-ledak, curiga, dan membuat gaduh.

6. Psikotik


Gangguan jiwa ini mengacu pada perilaku kacau yang ditandai dengan gejala fisik yaitu penampilannya yang tidak terawat dan tidak sesuai dengan situasi.

Perilakunya terlihat dari bicaranya yang kacau dan tidak dapat dimengerti, sering tertawa atau bicara sendiri, mondar-mandir tanpa tujuan, mengulang perbuatan tertentu tanpa tujuan yang jeas misalnya mencuci tangan berulang-ulang, gelisah, tidak tidur berhari-hari, dan mengurung diri di kamar.

Selain itu orang yang mengalami psikotik juga mempunyai keyakinan yang tidak sesuai dengan kenyataan dan budaya yang disebut dengan waham. Misalnya menganggap dirinya sebagai Tuhan, Nabi, meyakini ada orang lain yang akan mencelakakan dirinya, dan berbagai persoalan yang tidak benar secara kenyataan. Terkadang halusinasi pun juga muncul pada orang yang mengalami psikotik ini.

7. Somatoform


Orang yang mengalami somatoform terlihat sehat dan normal dari penampilan fisiknya, namun mereka sering mengeluh sakit pada bagian tubuh tertentu. Keluhan mungkin tunggal atau banyak, dan bisa berubah dari waktu ke waktu.

Mereka sering berkunjung ke tenaga kesehatan atau fasilitas kesehatan secara berulang kali, walaupun hasil pemeriksaan fisik tidak menunjukkan gejala penyakit apa pun. Mereka meyakini dirinya sakit dan terus-terus mengeluhkan tentang sakitnya sehingga mengakibatkan mereka mengalami cemas yang berlebihan serta depresi.

Itulah gangguan-gangguan jiwa yang sering kita jumpai di masyarakat. Apakah sahabat perawat traveler mengalami hal itu?

Tunggu postingan berikutnya tentang penatalaksananaan atau solusi yang bisa dilakukan untuk mengatasi gangguan jiwa tersebut.

Salam sehat jiwa.

6 komentar:

  1. Alhamdulillah tidak memiliki semua ciri ciri diatas

    BalasHapus
    Balasan
    1. Syukurlah ya. Tetap selalu dijaga kesehatan jiwanya.

      Hapus
  2. Terima kasih atas informasinya, dengan demikian jadi lebih paham

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbak, saling mengingatkan 😊

      Hapus
  3. Terima kasih mbak, saya mulai bisa membedakan tanda-tanda dari gangguan jiwa tersebut. Mungkin ada beberapa yang pernah saya alami, tapi alhamdulillah sembuh :)

    BalasHapus
  4. Bila kita mengenali tanda-tanda tersebut, tentu kita menanganinya dengan cepat sehingga tidak berlanjut ke gangguan jiwa berat.

    BalasHapus

Terimakasih Telah Memberikan Komentarnya - Silahkan Komentar dibawah ini !!!!

My Instagram