Menulis Sebagai Bukti Perawat Itu Ada dan Hidup Selamanya

Post Top Ad

Ini Anak Siapa? (Keliru mengartikan jenis golongan darah)



Aku baru saja terlelap memasuki alam bawah sadar, otakku mulai melambat. Begitu juga dengan tekanan darah, frekuensi nafas, dan curah jantung menurun. Otot-ototku mulai rileks pertanda aku sedang berada di fase tidur Non-Rem (NREM).

Mungkin aku baru saja terlepas dari kehidupan nyata dan akan memasuki alam mimpi, ya, sekitar 15 menit yang lalulah. Namun tiba-tiba terdengar nada-nada yang mengeluarkan bunyi, makin lama semakin kuat hingga membangunkan tidurku.

Sebuah nomor yang tidak aku kenali mengusik tidurku. Pukul 03.24 pagi, begitu yang tertera di smartphone-ku. Dengan posisi yang masih telungkup aku angkat telpon itu.

Terdengar suara perempuan meminta darah, dari nada suaranya sepertinya dia begitu panik, kosa katanya juga terbalik-balik, sehingga aku meminta mengulanginya.

Aku mencoba menenangkannya, kini aku tahu pemilik suara itu istri pamanku. Dia memintaku untuk mencarikan pendonor darah untuk anaknya yang sebentar lagi operasi.

Dalam percakapan singkat itu dia butuh orang yang bergolongan darah O+ sebagai pendonor, karena dia dan suaminya tidak bisa menjadi pendonor lantaran bergolongan darah A+. 

Aku pun mengiyakan untuk mencari orang bergolong darah O+. Dia berharap orang itu bisa datang ke rumah sakit pada puku 06.00 wib, karena anaknya akan dioperasi pukul 09.00 wib.

Dalam kantukku itu aku berfikir, kenapa tidak tanya ke bank darah dulu stock darah yang tersedia? Ah, ya sudahlah besok pagi aku akan membawakan temanku yang bergolongan darah O+ untuk donor. Lagian dia juga sudah lama tidak pernah donor.

****



Pagi-pagi buta, aku menelpon temanku itu. Ternyata dia baru saja bangun, karena harus bergadang semalam untuk mengirimkan berkas tulisanku yang diikutsertakan dalam lomba menulis artikel.

Dikarenakan rasa kesetiakawanannya dan jiwa relawan yang melekat padanya, dia pun mau mengabulkan permintaanku itu. Meskipun datangnya telat satu jam dan aku sempat marah-marah padanya, dia tetap bisa menenangkanku yang berjiwa koleris ini.

Sempat pula ada pertengkaran kecil atas keterlambatannya, padahal dia terlambat juga karena Aku. Maafin aku ya teman seperjalananku, yang sebentar lagi jadi teman hidupku. Hehehe.

Kami pun bergerak ke rumah sakit dan menuju instalansi transfusi darah di Rumah Sakit Umum Daerah, Zainoel Abidin Banda Aceh. Setelah mengisi formulir dan cek darah serta tekan darah, dia pun bisa untuk donor.


Petugas di ruangan tersebut meminta surat pengatar darah, atas nama pasien yang menerima donor. Aku menuju ruangan Neonatal Intensive Care Unit (NICU) tempat bayi itu dirawat. 

Rupanya sudah ada persediaan darah dari pihak rumah sakit dan pamanku lupa mengabarkannya kepadaku. Waduh..., temanku itu sudah berada di ruang transfusi darah.

Usut demi usut, ternyata pamanku semalam sedang kebingungan dengan status anaknya yang bergolongan darah O+.

Ketika perawat menjelaskan bahwa anaknya harus dioperasi dan butuh persediaan darah, dia dan istrinya sempat kaget. Kenapa anaknya bergolongan darah O+, sedangkan mereka berdua mempunyai golongan darah A+. 

Anak siapa ini?” tanya pamanku yang mulai panik kepada istrinya.

Si Perawat pun juga mempertanyakan, kenapa bisa anaknya berbeda dengan golongan darah kedua orang tuanya. 

Istri pamanku itu bertambah panik dan meminta untuk memastikan bahwa anak ini benar dari sperma suaminya. 

Bisa dibayangkan betapa kebingungannya pasangan muda itu ketika mengetahui golongan darah anaknya berbeda dengan mereka. Perdebatan kecil pun tidak bisa terelakkan diantara mereka tentang status bayi di hadapan mereka. 

Anak siapa ini? pertanyaan itu muncul lagi.

Saat itu juga perawat jaganya menanyakan kepada rekannya yang lain. Setelah beberapa menit perawat itu kembali dan menjelaskan bahwa memang biasa kalau golongan darah orang tuanya A+ akan melahirkan anak dengan golongan darah O+.

Ya, hanya itu penjelasan singkat dari perawat tersebut dan dia meminta untuk dicarikan pendonor darah O+. Mungkin saat itu pula istri pamanku menelpon ku pada waktu dini hari itu.

Kayaknya perawat itu harus belajar lagi ya tentang golongan darah, supaya tidak membingungkan pasiennya. Kan nggak lucu kalau malam-malam orang tua pasien bertengkar di ruang NICU lantaran mepertanyakan ini anak siapa?

***


Berikut penjelasan tentang turunan golongan darah dari orang tua yang dirangkum oleh perawat traveler.

Ada beberapa sistem penggolongan darah, biasanya yang sering dipakai ialah sistem ABO dan rhesus. Berdasarkan penggolongan darah ABO, darah manusia digolongkan menjadi empat yaitu golongan darah A, B, AB, dan O.

Sedangkan penggolongan darah sistem rhesus yaitu positif (+) dan negatif (-). Untuk wilayah asia seperti kita, kebanyakan memiliki rhesus positif. 

Kita harus mengingat kembali pelajaran waktu SMA pada bab genetika tentang pewarisan sifat. Percobaan yang dilakukan oleh biarawan asal Austria yang bernama Gregor Johan Mendel, terhadap persilangan kacang ercis (pisum sativum) merupakan cikal bakal lahihrnya ilmu genetika yang disebut dengan hukum Mendel.

Hukum ini jugalah yang melahirkan pewarisan sifat antara orang tua kepada anaknya. Golongan darah anak ditentukan oleh perpaduan gen dari kedua orang tuanya.

Secara genetik, dua orang yang memiliki golongan darah yang sama belum tentu mempunyai struktur gen (genotipe) yang sama. Antigen yang ada di dalam eritrosit (sel darah merah) merupakan ekspresi dari gen yang berada pada kromosom eritrosit tersebut.

Gen yang mampu memproduksi antigen berupa protein disebut isoaglutinin (I). Golongan darah ABO diatur oleh dua gen (alel) I yang berinteraksi satu sama lain.


Alel-alel dari gen I ialah IA, IB dan IO. Dalam interaksi antar alel, alel IA dan IB  dominan terhadap alel IO,

Kembali kepada kasus pamanku dan istrinya yang bergolongan darah A+. Jika diuraikan, maka begini proses persilangan genetiknya.
Jadi sangat jelas bahwa ada anaknya yang bergolongan darah O+, jika dilihat dari persilangan genetik di atas. Tak perlu dicemaskan lagi kan, ini anak siapa? 

Yang jangan sampai tiba-tiba muncul anaknya bergolongan darah B atau AB, itu perlu dipertanyakan, ini anak siapa?


Begitulah penjelasan singkat tentang pewarisan golongan darah, tidak perlu panik jika kita mengetahui ilmunya. Dari persilangan genetik ini nanti bisa kita lihat bagaimana turunan golongan darah anak-anak kita.

Kamu bisa mencoba untuk memastikan kamu anak orang tuamu atau bukan, tinggal silangkan saja gen alel yang dimiliki oleh kedua orang tuamu. Selamat mencoba!

19 komentar:

  1. Duh, ini pelajaranf avorit akuuu

    BalasHapus
  2. Duh, ini pelajaran favorit akuu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Berarti udah ahli dong dengan hal yang beginian? :D

      Hapus
  3. Terima masih, sudah mengingatkan lagi pelajaran Biologi SMA dulu. Ya dulu tidak terlalu dalam kali pahamnya.
    Oh iya apa hukum medel itu, memang sudah baku hutungannya demikian berdasarkan kolom dan tabel?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih kembali, semoga bermanfaat.

      Yang namanya sudah menjadi hukum pasti beradasarkan teori dan beberapa percobaan. Sehingga ditetapkan menjadi hal yang baku.

      Iya, seperti yang tertera dalam tabel di atas.

      Hapus
  4. Saya sih O, mas Dhani dan mas Anang gimana?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha, tanya ke orangnya langsung :D

      Hapus
  5. saya mau simpan ini mba, selalu lupa kalau mau searching buat mempelajarinya. Makasih ya :)

    BalasHapus
  6. intinya adalah mau bilang darah abang itu O kan? Hhahahahaha

    BalasHapus
  7. Balasan
    1. Anaknya mana tahu mbak? Ya harus mengerti itu orang tuanya.

      Hapus
  8. Wah awal2 ceritanya bikin tegang mba. Trus kok bisa ya perawatnya ga tau. Ada2 aja

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lagi belajar nulis kreatif dengan mendeskripsikan suasana mbak, hehehe.

      Itu lah, perlu belajar lagi perawat tu, mungkin karena ngantuk kali ya, makanya nggak connect dia :D

      Hapus
  9. Kekeliruan ini sering bgt muncul di masyarakat mba.. Ak jg wkt kecil type yg bertanya2 wkt tau gol drh teman beda sm ortunya.. Kasian tmn dulu smpe digosipin pulaa sm yg lain.. Haha.. Tyt emang bisa begitu ya.. :)

    BalasHapus
  10. Kasihan temannya tu, pasti dia khawatir banget. Jangan sampailah terjadi pada anak kita, makanya perlu diedukasikan sejak dini kepada anak tentang penggolongan darah ini.

    BalasHapus

Terimakasih Telah Memberikan Komentarnya - Silahkan Komentar dibawah ini !!!!

My Instagram